Thursday, October 21, 2010
Wednesday, October 20, 2010
Today's Daydream
Anda sedang mempelajari bahasa Inggris dan anda ragu apa yang akan anda pelajari terlebih dahulu sekarang?
- Kalau saya bicara tanpa menggunakan Grammar apa jadinya?
- Kalau saya belajar Grammar lebih dulu, saya mesti mulai darimana?
- Saya takut bicara karena Grammar saya tidak bagus
- Saya takut berkorespondensi dengan guru bahasa Inggris saya karena Grammar saya buruk
- Saya takut …………
akhirnya ketakutan itu menghambat semuanya … mempelajari percakapan susah, belajar Grammar lebih susah.
Kejadian ini sangat sering terjadi dan menjadi faktor penghambat utama para siswa yang belajar bahasa Inggris. Faktor penghambat lainnya adalah penyakit “takut salah” yang menghinggapi para pelajar. Takut salah sekaligus juga takut mencoba, takut dikoreksi, takut ditertawakan. Come on … What’s wrong? Seorang mentor mengatakan dengan penuh canda “You are not going to jail just because you wrong in pronouncing a word in English” Ya, be calm! Kita tidak akan dituntut secara hukum, tidak juga dihitung sebagai dosa, jika kita salah mengucapkan sebuah kata dalam bahasa Inggris ketika belajar.
Grammar : Pilar Utama?
Sekarang mari bicara, apa tujuan anda belajar bahasa Inggris? Menjadi akademisi? Mendukung karier pendidikan di tingkat yang lebih tinggi? Memperluas koneksi di tingkat tertentu? Jika anda ingin menjadi seorang akademisi, anda harus lulus berbagai test, ujian formal dan ketika misalnya menjadi seorang penerjemah, anda juga akan disumpah. Anda akan ditest sejauh mana kemampuan anda memahami tata letak sebuah bahasa yang berarti mempelajari Grammar. Untuk hal ini, Grammar sangat penting. Tapi apa umumnya tujuan para pelajar? Biasanya adalah pertanyaan ke-2 dan ke-3. Menunjang karier pendidikan dan memperluas koneksi. Dunia yang serba terbuka ini, sangat memungkinkan kita terus membuka akses demi akses untuk memperluas ekspansi pengetahuan kita. Language is a matter how to use, to communicate. Mungkin anda akan sering melakukan korespondensi lisan dan tertulis yang mengharuskan kita menggunakan tata bahasa yang baik. Tapi jika ingin lebih cepat, communicating adalah pilihan yang bagus. Anda juga akan diakui jika mampu melakukan sebuah conversation dengan good communicating.
Esensi Pengajaran : Apa yang selama ini diajarkan?
Pernahkah anda mengikuti kursus bahasa inggris sejenis? Atau, materi apa yang pernah anda dapatkan dalam bahasa Inggris? Untuk sebagian lembaga kursus, saya bersepakat mereka membuka kelas-kelas percakapan, dan ESP. Dan mungkin dari sekian banyak kelas yang dibuka, anda tidak mendapati satupun kelas “grammar”. Mengapa? Karena masalah bahasa adalah masalah bagaimana kita mampu menggunakannya … berkomunikasi dengan baik. Setinggi apapun status seseorang, jika buruk dalam skill komunikasinya, akan berkurang nilainya dihadapan rekanannya. Tapi untuk sekolah, saya ingin mengatakan bahwa lembaga formal hanya mengajarkan, menyediakan kegiatan monoton dalam kerangka kurikulum yang tidak aplikatif. Kita akan mendapati bahwa nilai bahasa Inggris seorang siswa sangat bergantung kepada pengetahuan yang bersangkutan akan Grammar. Padahal, ketika sang pelajar atau mahasiswa lulus dan masuk dunia kerja, pertanyaan yang akan ditanyakan ketika interview adalah : Do you speak English? Dan bukan : Do you know what is Simple Present?
Akibat dari terlalu banyaknya materi Grammar yang diajarkan di sekolah adalah kemampuan siswa berubah dari yang seharusnya menghasilkan skill, menjadi siswa yang hanya menguasai product knowledge. Ya, siswa biasanya menghafal apa itu Tenses, Auxiliary dan lainnya, lengkap beserta rumus-rumusnya. Tetapi ketika diminta untuk presentasi di depan kelas, dan menerangkan keseharian aktifitas, ia bahkan tidak bisa menggunakan Simple Present yang rumusnya telah dihafalnya.
Do That : Start speaking now!!!
Sekarang sudah kita lihat, berapa persen hasil pengajaran bahasa Inggris di sekolah mampu kita gunakan, berguna menunjang masa depan kita? Rubah sekarang, yang diperlukan dari sebuah bahasa adalah bagaimana bahasa itu efektif digunakan untuk berkomunikasi dalam pekerjaan kita? Mulailah kenali apa yang dibutuhkan ketika belajar bahasa Inggris. Kita dituntut untuk mampu menggunakan bahasa Inggris setidaknya untuk komunikasi. Dan pada khirnya, skill kita lah yang menentukan, sejauh mana kita bisa?
Students To Do
Dear students ..
For our next course, here are some stages i would like you to do:
1. Continue posting entries as many as possible. You should remember that out target is 200 posts.
2. For those who applied blogger by using email: yahoo.com; yahoo.co.id; ymail.com; rocketmail.com; plasa.com; etc, notice that further we should converse your web blog into a new one using email: gmail.com. Don't worry .. for the posts you have made could be exported to the new you'll apply.
3. Try to write posts and other applications as well as add gadgets in English since i'd like you to prepare your web page to be publicly commercialized.
4. Learn more about blogging by finding books, articles or discussion issued to the matter.
Additionally, for those who haven't had their own web page yet, i strongly advise you apply yours immediately!
Well, have a nice work students! Good luck ..
Thank you
For our next course, here are some stages i would like you to do:
1. Continue posting entries as many as possible. You should remember that out target is 200 posts.
2. For those who applied blogger by using email: yahoo.com; yahoo.co.id; ymail.com; rocketmail.com; plasa.com; etc, notice that further we should converse your web blog into a new one using email: gmail.com. Don't worry .. for the posts you have made could be exported to the new you'll apply.
3. Try to write posts and other applications as well as add gadgets in English since i'd like you to prepare your web page to be publicly commercialized.
4. Learn more about blogging by finding books, articles or discussion issued to the matter.
Additionally, for those who haven't had their own web page yet, i strongly advise you apply yours immediately!
Well, have a nice work students! Good luck ..
Thank you
Tuesday, October 19, 2010
Why should I teach English?
Teaching language, basically, needs more than just patient. It further requires ability of managing self-characters, which is the other part of psychological improvement. That's the reason why i should be proud of being a teacher.
Indonesian students, especially those who speak English rarely, mostly argued that English is the hardest subject to learn. I think i understand their difficulties which could strongly be influenced by some English grammar aspects that wouldn't be found in their mother tongue. For this i truly agree to the term 'difficult'. 'I can still breathe though i don't speak English', some students said. 'We're proud enough with our native language,' the others argued.
Often, when i teach English to the students in class, they react as if i were a stranger who came from an unknown planet talking about something they would never understood. On the other time, i feel like teaching how to write a scientific journal to the illiterate people. It just looks like i give them something they don't even need. Then why should i keep teaching? Such question takes my breath and keeps running on my blood everytime.
Indonesian students, especially those who speak English rarely, mostly argued that English is the hardest subject to learn. I think i understand their difficulties which could strongly be influenced by some English grammar aspects that wouldn't be found in their mother tongue. For this i truly agree to the term 'difficult'. 'I can still breathe though i don't speak English', some students said. 'We're proud enough with our native language,' the others argued.
Often, when i teach English to the students in class, they react as if i were a stranger who came from an unknown planet talking about something they would never understood. On the other time, i feel like teaching how to write a scientific journal to the illiterate people. It just looks like i give them something they don't even need. Then why should i keep teaching? Such question takes my breath and keeps running on my blood everytime.
Monday, June 7, 2010
Laptop VS Notebook
Apa sih beda antara laptop dan notebook? Ini adalah pertanyaan kecil yang sering dilontarkan dan membuat bingung. Laptop atau notebook sendiri sebenarnya adalah varian dari Portable PC untuk menyebut komputer yang dapat dibawa-bawa, seperti juga varian lain, pocket PC.
Laptop sendiri gabungan dari dua kata, Lap yang berarti pangkuan dan Top yang artinya diatas. Jadi saat pertama dibuat laptop memang ditujukan untuk penggunaan bergerak dan dapat dipangku. Berlawan dengan istilah desktop untuk penamaan PC yang selalu digunakan diatas meja.
Secara teknis saat ini Laptop dan notebook tidak memiliki perbedaan yang mendasar. Tapi menurut Amit Agarwal, laptop adalah komputer portabel yang ‘pas’ saat ditaruh diatas pangkuan. Sementara Notebook adalah komputer jinjing yang secara keseluruhan lebih langsing dari laptop. Sementara yang lain berpendapat terdapat perbedaan yang cukup besar antara keduanya.
Sebenarnya laptop atau notebook cuma sebuah penyebutan istilah belaka. Di Amerika istilah laptop lebih dikenal dari notebook. Juga penyebutan laptop lebih familiar ditelinga orang Indonesia, contohnya “Kembali ke Laptop” atau “Laptop si Unyil” .
Hanya saja seiring dengan waktu istilah laptop memang dirasa kurang pas karena saat ini penggunaannya lebih banyak diatas meja. Istilah notebook yang berarti buku yang dapat dilipat dirasa lebih ‘gagah’ dan lebih kena untuk dipopulerkan. Apalagi dengan munculnya beberapa kasus meledaknya notebook akibat cacat baterai atau suhu panas berlebih, sebuah resiko yang sulit dibayangkan jika laptop dipangku, membuat penggunaan istilah laptop jadi kurang sreg.
Meski demikian masih ada beberapa produsen besar pembuat produk ini tetap menggunakan istilah laptop. Toshiba di dalam situs resminya menyebut seluruh tipe produksi PC Portable dengan kata Laptop. Sementara Acer menamakannya dengan Notebook, demikian juga dengan Fujitsu yang mengelompokkan produk Lifebook-nya dengan Notebook. Setali tiga uang juga ditunjukkan Lenovo, produsen terbesar ke-4 asal China. Sementara Dell, perusahaan asal Texas, dengan lugas mengatakan sama aja tuh laptop maupun notebook.
Perbedaan besar itu menurut saya adalah, dengan dana yang luar biasa untuk membeli laptop, kita cuma dapat setengahnya yang didapat dari komputer desktop. Atau dengan kata lain jika tidak benar-benar butuh dan mobile, PC Desktop jauh lebih powerfull sebagai dipilihan.
Laptop sendiri gabungan dari dua kata, Lap yang berarti pangkuan dan Top yang artinya diatas. Jadi saat pertama dibuat laptop memang ditujukan untuk penggunaan bergerak dan dapat dipangku. Berlawan dengan istilah desktop untuk penamaan PC yang selalu digunakan diatas meja.
Secara teknis saat ini Laptop dan notebook tidak memiliki perbedaan yang mendasar. Tapi menurut Amit Agarwal, laptop adalah komputer portabel yang ‘pas’ saat ditaruh diatas pangkuan. Sementara Notebook adalah komputer jinjing yang secara keseluruhan lebih langsing dari laptop. Sementara yang lain berpendapat terdapat perbedaan yang cukup besar antara keduanya.
Sebenarnya laptop atau notebook cuma sebuah penyebutan istilah belaka. Di Amerika istilah laptop lebih dikenal dari notebook. Juga penyebutan laptop lebih familiar ditelinga orang Indonesia, contohnya “Kembali ke Laptop” atau “Laptop si Unyil” .
Hanya saja seiring dengan waktu istilah laptop memang dirasa kurang pas karena saat ini penggunaannya lebih banyak diatas meja. Istilah notebook yang berarti buku yang dapat dilipat dirasa lebih ‘gagah’ dan lebih kena untuk dipopulerkan. Apalagi dengan munculnya beberapa kasus meledaknya notebook akibat cacat baterai atau suhu panas berlebih, sebuah resiko yang sulit dibayangkan jika laptop dipangku, membuat penggunaan istilah laptop jadi kurang sreg.
Meski demikian masih ada beberapa produsen besar pembuat produk ini tetap menggunakan istilah laptop. Toshiba di dalam situs resminya menyebut seluruh tipe produksi PC Portable dengan kata Laptop. Sementara Acer menamakannya dengan Notebook, demikian juga dengan Fujitsu yang mengelompokkan produk Lifebook-nya dengan Notebook. Setali tiga uang juga ditunjukkan Lenovo, produsen terbesar ke-4 asal China. Sementara Dell, perusahaan asal Texas, dengan lugas mengatakan sama aja tuh laptop maupun notebook.
Perbedaan besar itu menurut saya adalah, dengan dana yang luar biasa untuk membeli laptop, kita cuma dapat setengahnya yang didapat dari komputer desktop. Atau dengan kata lain jika tidak benar-benar butuh dan mobile, PC Desktop jauh lebih powerfull sebagai dipilihan.
Laptop VS Notebook
Apa sih beda antara laptop dan notebook? Ini adalah pertanyaan kecil yang sering dilontarkan dan membuat bingung. Laptop atau notebook sendiri sebenarnya adalah varian dari Portable PC untuk menyebut komputer yang dapat dibawa-bawa, seperti juga varian lain, pocket PC.
Laptop sendiri gabungan dari dua kata, Lap yang berarti pangkuan dan Top yang artinya diatas. Jadi saat pertama dibuat laptop memang ditujukan untuk penggunaan bergerak dan dapat dipangku. Berlawan dengan istilah desktop untuk penamaan PC yang selalu digunakan diatas meja.
Secara teknis saat ini Laptop dan notebook tidak memiliki perbedaan yang mendasar. Tapi menurut Amit Agarwal, laptop adalah komputer portabel yang ‘pas’ saat ditaruh diatas pangkuan. Sementara Notebook adalah komputer jinjing yang secara keseluruhan lebih langsing dari laptop. Sementara yang lain berpendapat terdapat perbedaan yang cukup besar antara keduanya.
Sebenarnya laptop atau notebook cuma sebuah penyebutan istilah belaka. Di Amerika istilah laptop lebih dikenal dari notebook. Juga penyebutan laptop lebih familiar ditelinga orang Indonesia, contohnya “Kembali ke Laptop” atau “Laptop si Unyil” .
Hanya saja seiring dengan waktu istilah laptop memang dirasa kurang pas karena saat ini penggunaannya lebih banyak diatas meja. Istilah notebook yang berarti buku yang dapat dilipat dirasa lebih ‘gagah’ dan lebih kena untuk dipopulerkan. Apalagi dengan munculnya beberapa kasus meledaknya notebook akibat cacat baterai atau suhu panas berlebih, sebuah resiko yang sulit dibayangkan jika laptop dipangku, membuat penggunaan istilah laptop jadi kurang sreg.
Meski demikian masih ada beberapa produsen besar pembuat produk ini tetap menggunakan istilah laptop. Toshiba di dalam situs resminya menyebut seluruh tipe produksi PC Portable dengan kata Laptop. Sementara Acer menamakannya dengan Notebook, demikian juga dengan Fujitsu yang mengelompokkan produk Lifebook-nya dengan Notebook. Setali tiga uang juga ditunjukkan Lenovo, produsen terbesar ke-4 asal China. Sementara Dell, perusahaan asal Texas, dengan lugas mengatakan sama aja tuh laptop maupun notebook.
Perbedaan besar itu menurut saya adalah, dengan dana yang luar biasa untuk membeli laptop, kita cuma dapat setengahnya yang didapat dari komputer desktop. Atau dengan kata lain jika tidak benar-benar butuh dan mobile, PC Desktop jauh lebih powerfull sebagai dipilihan.
Laptop sendiri gabungan dari dua kata, Lap yang berarti pangkuan dan Top yang artinya diatas. Jadi saat pertama dibuat laptop memang ditujukan untuk penggunaan bergerak dan dapat dipangku. Berlawan dengan istilah desktop untuk penamaan PC yang selalu digunakan diatas meja.
Secara teknis saat ini Laptop dan notebook tidak memiliki perbedaan yang mendasar. Tapi menurut Amit Agarwal, laptop adalah komputer portabel yang ‘pas’ saat ditaruh diatas pangkuan. Sementara Notebook adalah komputer jinjing yang secara keseluruhan lebih langsing dari laptop. Sementara yang lain berpendapat terdapat perbedaan yang cukup besar antara keduanya.
Sebenarnya laptop atau notebook cuma sebuah penyebutan istilah belaka. Di Amerika istilah laptop lebih dikenal dari notebook. Juga penyebutan laptop lebih familiar ditelinga orang Indonesia, contohnya “Kembali ke Laptop” atau “Laptop si Unyil” .
Hanya saja seiring dengan waktu istilah laptop memang dirasa kurang pas karena saat ini penggunaannya lebih banyak diatas meja. Istilah notebook yang berarti buku yang dapat dilipat dirasa lebih ‘gagah’ dan lebih kena untuk dipopulerkan. Apalagi dengan munculnya beberapa kasus meledaknya notebook akibat cacat baterai atau suhu panas berlebih, sebuah resiko yang sulit dibayangkan jika laptop dipangku, membuat penggunaan istilah laptop jadi kurang sreg.
Meski demikian masih ada beberapa produsen besar pembuat produk ini tetap menggunakan istilah laptop. Toshiba di dalam situs resminya menyebut seluruh tipe produksi PC Portable dengan kata Laptop. Sementara Acer menamakannya dengan Notebook, demikian juga dengan Fujitsu yang mengelompokkan produk Lifebook-nya dengan Notebook. Setali tiga uang juga ditunjukkan Lenovo, produsen terbesar ke-4 asal China. Sementara Dell, perusahaan asal Texas, dengan lugas mengatakan sama aja tuh laptop maupun notebook.
Perbedaan besar itu menurut saya adalah, dengan dana yang luar biasa untuk membeli laptop, kita cuma dapat setengahnya yang didapat dari komputer desktop. Atau dengan kata lain jika tidak benar-benar butuh dan mobile, PC Desktop jauh lebih powerfull sebagai dipilihan.
Subscribe to:
Posts (Atom)